16 Februari 2011
rasa ini? maybe
ada yang aneh dengan kelakuan saya?
HAHA lagi-lagi saya menertawakan diri saya sendiri. secara tidak langsung saya sudah menunjukan betapa bodohnya diri saya ini.
blogger tahu sebabnya apa? "SAYA CEMBURU PADA MASA LALU PACAR SAYA!"
mungkin kali ini saya cemburu pada hal yang salah. karena pada saat itu saya dan Dimas (pacar saya) belum saling mengenal satu sama lain. bahkan belum ada hubungan/ikatan pada diri kita masing-masing. hahahaha.... lucu ya? mengapa hal sebodoh ini bisa saya lakukan sih?
apa mungkin saya cemburu karena terlalu mencintai pacar saya? atau mungkin saya envy pada keahliannya yang sama dengan pacar saya? haaa entahlah.
egoisnya lagi, setiap masalah 'masa lalu' ini muncul ada saja konflik-konflik yang terjadi pada hubungan saya. toh dulu saya juga punya masa lalu kan?
jadi, "setiap orang pasti punya masa lalu. dan untuk melupakan masa lalu itu tergantung dari dirinya masing-masing"
14 Februari 2011
Selamat hari jadi yang ke 9bulan dan Selamat hari cinta ♥
Hari ini adalah hari kasih sayang seluruh dunia.
yang sering kita dengar dengan sebutan "valentine".
sebenarnya hari kasih sayang itu tidak jatuh pada tanggal 14 febuari saja. melainkan pada setiap tanggal dan setiap hari. akan tetapi ada beberapa orang yang punya moment tersendiri pada hari valentine ini. haha seperti saya. saya merayakan valentine tahun ini sunggu berbeda dari yang sebelumnya. karena apa? karena saya diberikan hadiah special dari seseorang yang saya sayang. sebuah bola kaca yang sangaaaaaaaaaat indah dan penuh dengan 'arti' tak lupa juga dengan kartu ucapan yang sangat romantis.
I LOVE YOU DIMAS PAMUNGKAS SOOOO BIG! I LOVE YOU MORE MORE AND MOREEEE
29 Januari 2011
Tips Bila Orangtua Tak Restui Pasangan
Mempunyai pacar yang Anda sayangi tentu saja sangat menyenangkan. Kehadirannya bisa membuat hidup ini lebih berwarna dan bersemangat. Tapi, bagaimana bila kisah cinta tidak berjalan mulus karena orangtua tidak setuju dengan pasangan Anda.
Kebanyakan orangtua selalu merasa tahu yang terbaik, ini tidak dapat dipungkiri karena mereka memang lebih banyak pengalaman hidup. Tetapi apakah juga mencakup calon pasangan hidup Anda? Sebelum membuat putusan, sebaiknya mari mengevaluasi situasi hubungan Anda, dikutip dari Datingtips.
- Tanyakan orangtua Anda mengapa mereka tidak menyukai pacar Anda
Tentu saja, orangtua punya alasan bila mereka memiliki kesan negatif terhadap seseorang. Tanyakan dengan sopan pada orangtua, mengapa mereka tidak menyukai pasangan Anda.
Keluhan mereka mungkin berkisar antara fisik, misalnya pacar Anda jauh lebih tua dari usia Anda. Atau mungkin juga karena perilaku pacar Anda yang terlalu lekat dengan Anda, padahal belum menikah.
- Tanyakan pada teman-teman Anda
Berbicaralah dengan teman-teman dekat Anda dan meminta pendapat mereka tentang pacar Anda. Bila ada sesuatu yang kurang sreg, jangan mendebat mereka, sebaliknya dengarkanlah apa yang teman-teman sampaikan. Tentunya mereka memiliki pendapat juga dan bila mirip dengan sikap orangtua Anda, maka memang ada masalah dengan pasangan Anda.
- Mengevaluasi masalah
Kumpulkan semua informasi yang dapat tentang si dia. Lalu, evaluasilah. Tanyakan pada diri Anda, apakah akan tetap melanjutkan hubungan berdasarkan apa yang orang lain pikirkan tentang pacar Anda atau tidak.
Jika pacar Anda dianggap terlalu pemalu, mungkin dia membutuhkan lebih banyak waktu untuk mengenal orang-orang di sekitar Anda. Bila pacar tidak menghormati orangtua Anda, Anda mungkin memang harus meninggalkannya. Pada akhirnya, kata hati Anda sendirilah yang akan menentukan apakah kicah cinta ini akan berlanjut atau tidak.
Kebanyakan orangtua selalu merasa tahu yang terbaik, ini tidak dapat dipungkiri karena mereka memang lebih banyak pengalaman hidup. Tetapi apakah juga mencakup calon pasangan hidup Anda? Sebelum membuat putusan, sebaiknya mari mengevaluasi situasi hubungan Anda, dikutip dari Datingtips.
- Tanyakan orangtua Anda mengapa mereka tidak menyukai pacar Anda
Tentu saja, orangtua punya alasan bila mereka memiliki kesan negatif terhadap seseorang. Tanyakan dengan sopan pada orangtua, mengapa mereka tidak menyukai pasangan Anda.
Keluhan mereka mungkin berkisar antara fisik, misalnya pacar Anda jauh lebih tua dari usia Anda. Atau mungkin juga karena perilaku pacar Anda yang terlalu lekat dengan Anda, padahal belum menikah.
- Tanyakan pada teman-teman Anda
Berbicaralah dengan teman-teman dekat Anda dan meminta pendapat mereka tentang pacar Anda. Bila ada sesuatu yang kurang sreg, jangan mendebat mereka, sebaliknya dengarkanlah apa yang teman-teman sampaikan. Tentunya mereka memiliki pendapat juga dan bila mirip dengan sikap orangtua Anda, maka memang ada masalah dengan pasangan Anda.
- Mengevaluasi masalah
Kumpulkan semua informasi yang dapat tentang si dia. Lalu, evaluasilah. Tanyakan pada diri Anda, apakah akan tetap melanjutkan hubungan berdasarkan apa yang orang lain pikirkan tentang pacar Anda atau tidak.
Jika pacar Anda dianggap terlalu pemalu, mungkin dia membutuhkan lebih banyak waktu untuk mengenal orang-orang di sekitar Anda. Bila pacar tidak menghormati orangtua Anda, Anda mungkin memang harus meninggalkannya. Pada akhirnya, kata hati Anda sendirilah yang akan menentukan apakah kicah cinta ini akan berlanjut atau tidak.
Labels:
Lovelife,
menjadi lebih dewasa
17 Januari 2011
Menerima Firman Tuhan Dengan Rendah Hati
Hati manusia yang keras itu ternyata tidak dapat dihancurkan oleh segudang ancaman maupun penderitaan. Buktinya banyak orang orang yang sudah sakit sekarat namun hatinya masih keras sekali seperti batu, tidak mau menerima Firman Tuhan. Tetapi puji Tuhan, sebab Tuhan itu tidak pernah memaksakan agar kita harus menerima firman-Nya, karena IA memberikan kepada kita kebebasan untuk memilih. Sampai pada kita telah sadar betul, dan pada saat itu kita datang pada-Nya, Tuhan pun tetap membuka pintu. Masalahnya kita tidak tahu waktu kita hingga kapan, sehingga kalau kita tidak memakai kesempatannya saat ini, saya takut kita bakal terlambat.
15 November 2010
24 September 2010
MY NEW LIFE IN YOGYA!
hallooooo blogger!
kali ini saya mau bercerita tentang kehidupan saya yang baru di kota 'orang'
hahahaaa, yaaa akhirnya saya pindah juga ke Yogyakarta untuk melanjutan study saya. cukup sulit juga sih, ketika saya harus meninggalkan Ibukota yang sudah membesarkan saya selama 18th.
but, it's okay. saya mutasi ke Yogya juga karena MASA DEPAN.
ya, masa depan saya bergantung pada diri saya sendiri. dan Yogya adalah 'wadah' yang tepat untuk mewujudkan impian saya ini. tapi semua ini akan saya serahkan kepada Tuhanku Yesus Kristus.
awal saya menginjakan kaki di Yogya, saya merasa sedikit ragu. saya ragu akan kehidupan baru saya ini. bagaimana nanti saya disini? saya sendiri. jauh dari orangtua dan jauh dari orang-orang yang mengasihi saya.
hal-hal itu yang selalu saja menghantui pikiran saya.
memang awalnya masuk dalam komunitas baru itu sangat rumit. saya harus mengenalkan diri saya (lagi). harus beradaptasi (lagi). dan intinya harus memulai semua kehidupan itu dari NOL! ya kita mulai dari start.
kali ini saya mau bercerita tentang kehidupan saya yang baru di kota 'orang'
hahahaaa, yaaa akhirnya saya pindah juga ke Yogyakarta untuk melanjutan study saya. cukup sulit juga sih, ketika saya harus meninggalkan Ibukota yang sudah membesarkan saya selama 18th.
but, it's okay. saya mutasi ke Yogya juga karena MASA DEPAN.
ya, masa depan saya bergantung pada diri saya sendiri. dan Yogya adalah 'wadah' yang tepat untuk mewujudkan impian saya ini. tapi semua ini akan saya serahkan kepada Tuhanku Yesus Kristus.
awal saya menginjakan kaki di Yogya, saya merasa sedikit ragu. saya ragu akan kehidupan baru saya ini. bagaimana nanti saya disini? saya sendiri. jauh dari orangtua dan jauh dari orang-orang yang mengasihi saya.
hal-hal itu yang selalu saja menghantui pikiran saya.
memang awalnya masuk dalam komunitas baru itu sangat rumit. saya harus mengenalkan diri saya (lagi). harus beradaptasi (lagi). dan intinya harus memulai semua kehidupan itu dari NOL! ya kita mulai dari start.
Yogyakarta, 22 September 2010
6 September 2010
14 Agustus 2010
10 Agustus 2010
tunggu saja nantinya.
pacaran beda agama selalu saja menjadi penghalang bagi hidup saya. fiuh, capek kalo harus menutur kata demi - kata untuk membahasnya. yang jelas, saya pusing kalo memikirkan kedepannya!
so, jalanin aja deh sekarang. kan kedepannya hanya Tuhan yang tau (pasrah). mungkin saja nanti ada yang 'ngalah' atau mungkin tetap bersama tapi tetap beda Iman. I don't know.
so, jalanin aja deh sekarang. kan kedepannya hanya Tuhan yang tau (pasrah). mungkin saja nanti ada yang 'ngalah' atau mungkin tetap bersama tapi tetap beda Iman. I don't know.
Langganan:
Postingan (Atom)









